Jumat, 05 Juni 2015

Dzikir Paling Afdhal


DZIKIR PALING AFDHAL DALAM HADITS RASULULLAH MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM

     Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam urusan dzikir, beliau telah menyampaikan dzikir-dzikir terbaik yang sangat jelas muatan tauhidnya.
Bahkan dalam beberapa riwayat hadits, beliau sendiri yang menyatakan dzikir-dzikir tertentu merupakan dzikir paling utama dan afdhal.

     Di antaranya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَفْضَلُ الدُّ عَاءِ الْحَمْدُ للهِ

Sebaik-baik dzikir adalah (membaca) Laa ilaaha illallaah. Dan sebaik-baik do'a yaitu Alhamdulillah
[HR. al-Bukhari no.99]

     Inilah dzikir terbaik yang diucapkan seorang Muslim. Ini juga yang beliau minta kepada pamannya, Abu Thâlib untuk mengatakannya dalam sakit yang membawanya kepada kematian.

     Terdiri dari kalimat yang ringan, namun maknanya sangat agung dan kedudukannya sangat tinggi.


Jumat, 22 Mei 2015

Doa untuk Anak yang akan Ujian



بِسْــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 

    "Allahumma akhrijni min zhulumatil wahmi, wa akrimni bi nuril fahmi. Allahummaftah 'alayna abwaba rahmatika, wansyur alayna khazaina ulumika birahmatika ya arhamar rahimin."

     “Yaa Allah Keluarkan aku dari gelapnya kebingungan dan muliakan aku dengan cahaya pemahaman. Yaa Allah, bukakan kepada kami pintu-pintu rahmat-Mu, dan curahkan kami khazanah-khazanah ilmu-Mu dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi."  Aamiin.

    Yaa Allah kami bermohon keluarkanlah putra/i kami dari gelapnya kebingungan dan muliakan ia dengan cahaya pemahaman.

  Rabbana taqabbal minna innaka antas samiul'alim... watub alayna innaka antattawaburrahim. 

      Walhamdulillahi Rabbil 'Aalamin.

آمِّينَ  آمِّينَ آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين

     ✳  Aamiin aamiin aamiin yaa Robbal 'aalamiin ✳

     Yaa Fatah Yaa Alim 
     Yaa Rahman Yaa Rahim....

❇          ❇



Jumat, 01 Mei 2015

Dunia atau Akhirat?

Nasehat di waktu senggang INGIN DUNIA atau AKHIRAT...tinggal kemauan kita.

     1. Tidak semua orang yang ingin kaya itu pasti kaya. Kalaupun sukses jadi orang kaya, itu hanya sukses di dunia saja yang dinikmati sebentar.

     2. Barang siapa yang menghendaki dunia/kekayaan, maka ALLAH akan memberi sesuai yang dikehendaki-Nya

     3. Dunia itu mencarinya payah, sudah dapat pun masih payah, nikmatnya sebentar, mati pun masih harus dipertanggung jawabkan

     4. Rizqi itu lebih tau dimana alamat kita daripada kita sendiri. Kalau rizqi itu sudah menjadi bagian kita, dimanapun kita berada rizqi itu pasti datang

     5. Urusan dunia itu sesuatu yang tidak bisa kita banggakan ketika sukses dan tidak perlu disesali ketika gagal

     6. Dunia itu sangat kecil, gak pantas kalau sampai dijadikan alasan untuk bangga apalagi stress

     7. Nabi pernah menggambarkan, ada cempe kecil cacat dan sudah jadi bangkai kemudian ditawarkan pada sahabat seharga 1 dirham. Sahabat menjawab: hai Nabi, jangankan membeli 1 dirham, diberi cuma² saja kami tidak mau. Nabi: ketahuilah sesungguhnya dunia lebih hina daripada ini. Kalau tau dunia seperti itu, hanya orang² bodoh saja yang bangga karena harta banyak dan susah karena miskin

     8. Jadikan surga ambisimu dan satu²-nya cita²-mu, yang lainnya boleh asalkan tidak sampai menghilangkan surga.

     9. Nabi: semua umatku pasti masuk surga, kecuali yang tidak mau. Berarti semua yang mau itu bisa masuk surga, tapi kemauannya harus sungguh²

     10. Dunia itu kalau didapatkan alhamdulillah, kalaupun ternyata tidak didapat gak masalah, karena bukan itu tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah Perjumpaan dengan Allah

     11. Hal yang paling membuat seseorang bahagia adalah pandai bersyukur.

     "Semoga bermanfaat dan mohon maaf"


Jumat, 17 April 2015

Meraih Kenyamanan

Kenyamanan hidup  adalah sesuatu yang berusaha diraih setiap insan.

Bagaimana  tanda-tanda bahwa sesungguhnya seorang insan telah meraih kenyamanan?



Dapatkah berikut ini menjadi rujukan dalam meraih kenyamanan hidup?


Minggu, 11 Mei 2014

Ayo Berbagi Walau Satu Ayat

Mari Memberi Pendidikan Moral Kepada Anak


Bagi kaum muslim yang kehidupannya berpedoman pada Kitab Suci Al Qur’an, sesungguhnya Kitab Suci Al Qur’an telah mengisyaratkan bahwa memberikan pendidikan moral (aqidah dan akhlak) kepada anak semenjak usia dini merupakan perkara sangat penting. Pendidik, baik guru maupun orangtua  hendaknya mengetahui betapa besar tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan moral anak-anaknya. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (QS. At-Tahrim: 6). 

Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”. 

Maha Suci dan Maha Besar Allah karena menjadikan masa usia dini sebagai masa terbaik bagi proses pertumbuhan dan perkembangan seorang manusia. Dokter spesialis anak Hartono Gunardi (dalam Kartika, 2014) mengatakan “Hingga usia tiga tahun, pertumbuhan otak anak sudah mencapai 80% dari otak dewasa”. Perkembangan intelektual anak usia 4 tahun telah mencapai 50%, pada usia 8 tahun mencapai 80% dan pada saat mencapai usia 18 tahun perkembangannya telah mencapai 100% (Direktorat PAUD, 2004: 3). 50% kemampuan belajar dikembangkan dalam empat tahun pertama kehidupan, 30% lagi sampai usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada usia 18 tahun (Tiga Raksa Satria, 2007: 3).
  
Apakah yang dimaksud pendidikan moral?
Menurut Ketetapan dalam Kitab Suci Islam Al Qur’an:
 
“Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar" (QS. Lukman : 13)
 Menurut ajaran agama islam, ada 3 (tiga) hal penting yang harus diberikan pada     anak usia dini :
1. Pendidikan Akidah. Islam memposisikan akidah sebagai hal yang sangat mendasar, yakni sebagai rukun Islam dan rukun iman yang penting untuk diajarkan semenjak dini. Kita kenal pepatah “belajar di masa muda bagai mengukir di atas batu, belajar di masa tua bagai mengukir di air”, maknanya menanamkan keyakinan semenjak usia dini terasa sulit di awalnya namun begitu kuat dan mengakar hasilnya.
2. Pendidikan Ibadah. Islam telah mengatur sebaik mungkin tata peribatan agar tidak menyalahi koridor fitrah manusia, dan penerapannya harus diupayakan sedini mungkin. Hal itu dilakukan agar kelak anak-anak tumbuh menjadi insan yang benar-benar takwa, yakni taat melaksanakan segala perintah Allah dan Rasulnya dan taat pula menjauhi larangannya;
3. Pendidikan Akhlak. Untuk mencapai kesempurnaan Islam yang sejati, akhlak merupakan pondasi utama yang harus direalisasikan. Untuk merealisasikan hal itu ayat Al-Quran dan Hadis Nabi telah banyak memberikan panduan.
       (lihat pula: http://pematangseibaru.blogspot.com/2013/05/pentingnya-aqidah-akhlak-diberikan.html)

  Sabda Rasulullah dalam HR Al Hakim:
“Kewajiban orang tua terhadap anak ialah memberi nama yang baik dan akhlak yang baik, mengajarkan baca tulis, berenang, memanah, memberi nafkah yang halal dan menikahkannya setelah dewasa.”

K.H. Ahmad Dahlan
  

Nilai-nilai pendidikan moral adalah:

1. Nilai pendidikan moral kepada Tuhan:  pelajaran tentang keutamaan doa, pelajaran tentang kematian, selalu bersyukur, menghindari hawa nafsu, dll;
    2. Nilai pendidikan moral kepada sesama manusia: ikhlas dalam beramal, tolong   
        menolong, saling menghargai, menghindari sifat JUBRIYA (ujub, kikir, riya), terbuka 
        terhadap kritikan, para pemimpin rakyat harus berani berkorban dengan harta 
        benda dan jiwanya dalam kebenaran toleransi, saling memahami, mendahulukan 
        kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, berhati dan berpikiran suci serta   
        berjiwa adil. (Dedik Fatkul Anwar, 2010:79.)

Mari Memberi Pendidikan Moral Kepada Anak Semenjak Usia Dini.

Ayo Berbagi Walau Satu Ayat