Rasulullah SAW bersabda :
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ
"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?"
Para sahabat berkata, "Mau, wahai Rasulallah!"
Beliau menjawab, :
"( yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl." (H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).
❇1. Hayyin
Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya...
❇2. Layyin
Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri . Tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya. Tidak suka melakukan pemaksaan pendapat. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia
❇3. Qarib
Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu.
❇4. Sahl
Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan.
Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain lari serta menghindar.
Inilah bingkai akhlaq yang mulia...
☀Semoga bermanfaat... Selamat beraktifitas semoga setiap langkahnya adalah ibadah semata mata karena Allah
Jumat, 09 Oktober 2015
Jumat, 18 September 2015
"Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan"
Ada banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan. Dalam bulan ini ada beberapa peristiwa penting yang memberikan efek besar terhadap kehidupan umat manusia, khususnya umat Islam di muka bumi
1. "Bulan Diturunkannya Al-Qur'an"
Allah Subhabahu Wa Ta'ala berfirman, :
"Bulan Ramadhan adalah, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai Petunjuk bagi manusia dan Penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..."
[QS. Al-Baqarah (2) : 185 ]
Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata, :
"Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al-Qur'an"
Oleh karena itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni Puasa (Shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Illahi yang Maha Kudus.
Al-Qur'an adalah suatu kitab yang tiada bandingnya, pemisah yang hak dan bathil, berlaku sepanjang masa dan menjadi pengikat seluruh umat Islam di seluruh dunia
2. Bulan diturunkannya Kitab-kitab Suci lainnya
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan Kitab-kitab-Nya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits, :
"Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan, sedangkan Al-Qur'an pada 24 Ramadhan"
[HR. Ahmad]
3. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badar
Perang Badar adalah perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin. Perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersama para sahabatnya.
Perang Badar dinamakan Allah dengan sebutan "Yaumul Furqon" (hari pembeda antara yang hak dan bathil). Sejarah mencatat dalam perang ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memenangkan kaum Muslimin yang hanya mempunyai Personil dan Persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya
☀ Namun hal itu, bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan Ruhiyyah, dengan keyakinan akan Kebenaran Janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Allaahumma innaka 'afuwwun kariim(un) tuhibbul 'afwa fa'fu 'annaa"
☀ "Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku"
4. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah (Fathul Makkah)
Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa dimana akhirnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabat berhasil menguasai kota Mekkah dan menghancurkan berhala-berhala disekitarnya, sehingga Ka'bah kembali Suci.
Peristiwa Fathul Makkah terjadi pada tahun 630 tepatnya tanggal 10 Ramadhan 8 H. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah dan kemudian secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan di sekitar Ka'bah.
Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan Aqidah, kalimah Tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.
5. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, :
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam Kemuliaan itu? Malam Kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan ijin Tuhan-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar"
[QS. Al-Qadar (97): 1-5]
6. Bulan yang dipilih untuk Pelaksanaan Puasa dan Pemindahan Kiblat
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa"
[QS. Al-Baqarah (2) : 183]
Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan kiblat umat islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram, inipun menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan kaum Yahudi.
7. Islam masuk Yaman
Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk pendufuk Yaman, Khususnya untuk suku Hamdan.
Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-10 Hijriah.
8. Penyerahan Kota Thaif
Kota Thaif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat berdakwah disana.
Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Mekkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Nabi Muhammad dan tentara Islam maju ke Thaif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thakif datang ke Mekkah di bulan Ramadhan tahun ke-9 H, dengan menyerahkan kota Thaif sebagai tanda menyerah.
✍🏻Sumber : Majalah Mustahiq, edisi 50, Juni 2015 / Sya'ban 1436 H
1. "Bulan Diturunkannya Al-Qur'an"
Allah Subhabahu Wa Ta'ala berfirman, :
"Bulan Ramadhan adalah, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai Petunjuk bagi manusia dan Penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..."
[QS. Al-Baqarah (2) : 185 ]
Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata, :
"Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al-Qur'an"
Oleh karena itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni Puasa (Shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Illahi yang Maha Kudus.
Al-Qur'an adalah suatu kitab yang tiada bandingnya, pemisah yang hak dan bathil, berlaku sepanjang masa dan menjadi pengikat seluruh umat Islam di seluruh dunia
2. Bulan diturunkannya Kitab-kitab Suci lainnya
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan Kitab-kitab-Nya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits, :
"Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan, sedangkan Al-Qur'an pada 24 Ramadhan"
[HR. Ahmad]
3. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badar
Perang Badar adalah perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin. Perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersama para sahabatnya.
Perang Badar dinamakan Allah dengan sebutan "Yaumul Furqon" (hari pembeda antara yang hak dan bathil). Sejarah mencatat dalam perang ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memenangkan kaum Muslimin yang hanya mempunyai Personil dan Persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya
☀ Namun hal itu, bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan Ruhiyyah, dengan keyakinan akan Kebenaran Janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala
"Allaahumma innaka 'afuwwun kariim(un) tuhibbul 'afwa fa'fu 'annaa"
☀ "Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku"
4. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah (Fathul Makkah)
Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa dimana akhirnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabat berhasil menguasai kota Mekkah dan menghancurkan berhala-berhala disekitarnya, sehingga Ka'bah kembali Suci.
Peristiwa Fathul Makkah terjadi pada tahun 630 tepatnya tanggal 10 Ramadhan 8 H. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah dan kemudian secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan di sekitar Ka'bah.
Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan Aqidah, kalimah Tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.
5. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, :
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam Kemuliaan itu? Malam Kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan ijin Tuhan-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar"
[QS. Al-Qadar (97): 1-5]
6. Bulan yang dipilih untuk Pelaksanaan Puasa dan Pemindahan Kiblat
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa"
[QS. Al-Baqarah (2) : 183]
Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan kiblat umat islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram, inipun menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan kaum Yahudi.
7. Islam masuk Yaman
Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk pendufuk Yaman, Khususnya untuk suku Hamdan.
Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-10 Hijriah.
8. Penyerahan Kota Thaif
Kota Thaif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat berdakwah disana.
Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Mekkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.
Nabi Muhammad dan tentara Islam maju ke Thaif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thakif datang ke Mekkah di bulan Ramadhan tahun ke-9 H, dengan menyerahkan kota Thaif sebagai tanda menyerah.
✍🏻Sumber : Majalah Mustahiq, edisi 50, Juni 2015 / Sya'ban 1436 H
Jumat, 07 Agustus 2015
Malaikat Maut Kunjungi Manusia Setiap 21 Menit Sekali
Tahukah anda bahwa kematian selalu mengintai kita. Tidak ada yang bisa lari ketika malaikat Izrail sang pencabut nyawa datang menjemput.
Ternyata malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun mencapai hingga 70 kali dalam sehari. Itu artinya Izrail menziarahi manusia setiap 21 menit sekali.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan kepada Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu.
❇ Dalam sabdanya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa Izrail datang dan memperhatikan wajah-wajah manusia yang sedang tertawa-tawa.
Maka berkatalah Izrail: ”Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa”.
❇ Manusia secar fitrah memang tidak bisa melihat malaikat yang gaib ini, kecuali orang-orang shalih yang senantiasa ingat akan kematian.
❇ Golongan ini tidak lalai dan selalu sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka selalu memperhatikan hadist-hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menjelaskan mengenai perkara-perkara yang ghaib, terutama perihal kematian dan hubungannya dengan malaikat maut.
Malaikat Izrail diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan wajah empat satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya.
❇ Malaikat Izrail diberikan kemampuan luar biasa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga dari ufuk barat hingga ufuk timur bisa dijangkaunya dengan mudah.
❇ Izrail memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.
❇ Di dalam suatu riwayat di ceritakan bagaimana cara kerja Izrail mengetahui kapan manusia sudah tiba ajalnya :
"Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yakni di Sidratul muntaha, dimana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan.
❇ Daun tersebut kemudian jatuh kepada Izrail, dengan begitu Malaikat Izrail mengetahui bahwa tugasnya mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut.
❇ Para malaikat menyebutnya sebagai mayat di langit, meskipun hidup manusia tersebut masih 40 hari lagi. Setelah itu, akan jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun menuliskan mayit langit ini, satu titisan berupa warna hijau dan satu lagi berupa warna putih.
❇ Jika titisan yang berwarna hijau,maka alamatnya celakalah dia dalam menempuh ajal, dan kalau titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, maka pertanda, berbahagialah orang itu saat ajal datang menjemputnya.
❇ Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan Malaikat Arham. Apabila Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan Malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini.
❇ Kemudian pada saat kematian tiba, iapun akan kembali pada tempat pengembalian dari pada debu di mana di situlah ia akan menemui ajalnya."
Sebagaima firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
❇"Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh...”[QS. Ali Imran (3) : 154]
❇ Subhanallah...begitu tertib tata cara kerja Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia.
❇ Semoga kita termasuk golongan orang yg selalu mengingat kematian dan ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah(baik di penghabisan).
❇Wallahu A'lam Bish-shawab
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang shaleh dan diampuni. Aamiin.
Ternyata malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun mencapai hingga 70 kali dalam sehari. Itu artinya Izrail menziarahi manusia setiap 21 menit sekali.
Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan kepada Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu.
❇ Dalam sabdanya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa Izrail datang dan memperhatikan wajah-wajah manusia yang sedang tertawa-tawa.
Maka berkatalah Izrail: ”Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa”.
❇ Manusia secar fitrah memang tidak bisa melihat malaikat yang gaib ini, kecuali orang-orang shalih yang senantiasa ingat akan kematian.
❇ Golongan ini tidak lalai dan selalu sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena mereka selalu memperhatikan hadist-hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menjelaskan mengenai perkara-perkara yang ghaib, terutama perihal kematian dan hubungannya dengan malaikat maut.
Malaikat Izrail diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan wajah empat satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya.
❇ Malaikat Izrail diberikan kemampuan luar biasa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga dari ufuk barat hingga ufuk timur bisa dijangkaunya dengan mudah.
❇ Izrail memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.
❇ Di dalam suatu riwayat di ceritakan bagaimana cara kerja Izrail mengetahui kapan manusia sudah tiba ajalnya :
"Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yakni di Sidratul muntaha, dimana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan.
❇ Daun tersebut kemudian jatuh kepada Izrail, dengan begitu Malaikat Izrail mengetahui bahwa tugasnya mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut.
❇ Para malaikat menyebutnya sebagai mayat di langit, meskipun hidup manusia tersebut masih 40 hari lagi. Setelah itu, akan jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun menuliskan mayit langit ini, satu titisan berupa warna hijau dan satu lagi berupa warna putih.
❇ Jika titisan yang berwarna hijau,maka alamatnya celakalah dia dalam menempuh ajal, dan kalau titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, maka pertanda, berbahagialah orang itu saat ajal datang menjemputnya.
❇ Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan Malaikat Arham. Apabila Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan Malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini.
❇ Kemudian pada saat kematian tiba, iapun akan kembali pada tempat pengembalian dari pada debu di mana di situlah ia akan menemui ajalnya."
Sebagaima firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
❇"Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh...”[QS. Ali Imran (3) : 154]
❇ Subhanallah...begitu tertib tata cara kerja Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia.
❇ Semoga kita termasuk golongan orang yg selalu mengingat kematian dan ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah(baik di penghabisan).
❇Wallahu A'lam Bish-shawab
Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang shaleh dan diampuni. Aamiin.
Jumat, 24 Juli 2015
Selalu Bersyukur Kepada Allah Subhana Wa Ta'alla
Allah menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji manusia siapakah di antara mereka yang terbaik amalnya.
Ia memberikan cobaan kepada hamba-Nya dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, juga kepergian orang-orang yang dicintai.
Maka kepada orang-orang yang bersabar, mereka mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat Allah.
Dan sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjukNya.
Jumat, 05 Juni 2015
Dzikir Paling Afdhal
DZIKIR PALING AFDHAL DALAM HADITS RASULULLAH MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM
Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam urusan dzikir, beliau telah menyampaikan dzikir-dzikir terbaik yang sangat jelas muatan tauhidnya.
Bahkan dalam beberapa riwayat hadits, beliau sendiri yang menyatakan dzikir-dzikir tertentu merupakan dzikir paling utama dan afdhal.
Di antaranya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَفْضَلُ الدُّ عَاءِ الْحَمْدُ للهِ
Sebaik-baik dzikir adalah (membaca) Laa ilaaha illallaah. Dan sebaik-baik do'a yaitu Alhamdulillah
[HR. al-Bukhari no.99]
Inilah dzikir terbaik yang diucapkan seorang Muslim. Ini juga yang beliau minta kepada pamannya, Abu Thâlib untuk mengatakannya dalam sakit yang membawanya kepada kematian.
Terdiri dari kalimat yang ringan, namun maknanya sangat agung dan kedudukannya sangat tinggi.
Jumat, 22 Mei 2015
Doa untuk Anak yang akan Ujian
بِسْــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
"Allahumma akhrijni min zhulumatil wahmi, wa akrimni bi nuril fahmi. Allahummaftah 'alayna abwaba rahmatika, wansyur alayna khazaina ulumika birahmatika ya arhamar rahimin."
“Yaa Allah Keluarkan aku dari gelapnya kebingungan dan muliakan aku dengan cahaya pemahaman. Yaa Allah, bukakan kepada kami pintu-pintu rahmat-Mu, dan curahkan kami khazanah-khazanah ilmu-Mu dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi." Aamiin.
Yaa Allah kami bermohon keluarkanlah putra/i kami dari gelapnya kebingungan dan muliakan ia dengan cahaya pemahaman.
Rabbana taqabbal minna innaka antas samiul'alim... watub alayna innaka antattawaburrahim.
Walhamdulillahi Rabbil 'Aalamin.
آمِّينَ آمِّينَ آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين
✳ Aamiin aamiin aamiin yaa Robbal 'aalamiin ✳
Yaa Fatah Yaa Alim
Yaa Rahman Yaa Rahim....
❇ ❇
Jumat, 01 Mei 2015
Dunia atau Akhirat?
Nasehat di waktu senggang INGIN DUNIA atau AKHIRAT...tinggal kemauan kita.
1. Tidak semua orang yang ingin kaya itu pasti kaya. Kalaupun sukses jadi orang kaya, itu hanya sukses di dunia saja yang dinikmati sebentar.
2. Barang siapa yang menghendaki dunia/kekayaan, maka ALLAH akan memberi sesuai yang dikehendaki-Nya
3. Dunia itu mencarinya payah, sudah dapat pun masih payah, nikmatnya sebentar, mati pun masih harus dipertanggung jawabkan
4. Rizqi itu lebih tau dimana alamat kita daripada kita sendiri. Kalau rizqi itu sudah menjadi bagian kita, dimanapun kita berada rizqi itu pasti datang
5. Urusan dunia itu sesuatu yang tidak bisa kita banggakan ketika sukses dan tidak perlu disesali ketika gagal
6. Dunia itu sangat kecil, gak pantas kalau sampai dijadikan alasan untuk bangga apalagi stress
7. Nabi pernah menggambarkan, ada cempe kecil cacat dan sudah jadi bangkai kemudian ditawarkan pada sahabat seharga 1 dirham. Sahabat menjawab: hai Nabi, jangankan membeli 1 dirham, diberi cuma² saja kami tidak mau. Nabi: ketahuilah sesungguhnya dunia lebih hina daripada ini. Kalau tau dunia seperti itu, hanya orang² bodoh saja yang bangga karena harta banyak dan susah karena miskin
8. Jadikan surga ambisimu dan satu²-nya cita²-mu, yang lainnya boleh asalkan tidak sampai menghilangkan surga.
9. Nabi: semua umatku pasti masuk surga, kecuali yang tidak mau. Berarti semua yang mau itu bisa masuk surga, tapi kemauannya harus sungguh²
10. Dunia itu kalau didapatkan alhamdulillah, kalaupun ternyata tidak didapat gak masalah, karena bukan itu tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah Perjumpaan dengan Allah
11. Hal yang paling membuat seseorang bahagia adalah pandai bersyukur.
"Semoga bermanfaat dan mohon maaf"
1. Tidak semua orang yang ingin kaya itu pasti kaya. Kalaupun sukses jadi orang kaya, itu hanya sukses di dunia saja yang dinikmati sebentar.
2. Barang siapa yang menghendaki dunia/kekayaan, maka ALLAH akan memberi sesuai yang dikehendaki-Nya
3. Dunia itu mencarinya payah, sudah dapat pun masih payah, nikmatnya sebentar, mati pun masih harus dipertanggung jawabkan
4. Rizqi itu lebih tau dimana alamat kita daripada kita sendiri. Kalau rizqi itu sudah menjadi bagian kita, dimanapun kita berada rizqi itu pasti datang
5. Urusan dunia itu sesuatu yang tidak bisa kita banggakan ketika sukses dan tidak perlu disesali ketika gagal
6. Dunia itu sangat kecil, gak pantas kalau sampai dijadikan alasan untuk bangga apalagi stress
7. Nabi pernah menggambarkan, ada cempe kecil cacat dan sudah jadi bangkai kemudian ditawarkan pada sahabat seharga 1 dirham. Sahabat menjawab: hai Nabi, jangankan membeli 1 dirham, diberi cuma² saja kami tidak mau. Nabi: ketahuilah sesungguhnya dunia lebih hina daripada ini. Kalau tau dunia seperti itu, hanya orang² bodoh saja yang bangga karena harta banyak dan susah karena miskin
8. Jadikan surga ambisimu dan satu²-nya cita²-mu, yang lainnya boleh asalkan tidak sampai menghilangkan surga.
9. Nabi: semua umatku pasti masuk surga, kecuali yang tidak mau. Berarti semua yang mau itu bisa masuk surga, tapi kemauannya harus sungguh²
10. Dunia itu kalau didapatkan alhamdulillah, kalaupun ternyata tidak didapat gak masalah, karena bukan itu tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah Perjumpaan dengan Allah
11. Hal yang paling membuat seseorang bahagia adalah pandai bersyukur.
"Semoga bermanfaat dan mohon maaf"
Jumat, 17 April 2015
Meraih Kenyamanan
Kenyamanan hidup adalah sesuatu yang berusaha diraih setiap insan.
Bagaimana tanda-tanda bahwa sesungguhnya seorang insan telah meraih kenyamanan?
Dapatkah berikut ini menjadi rujukan dalam meraih kenyamanan hidup?
Selasa, 29 Juli 2014
Minggu, 11 Mei 2014
Mari Memberi Pendidikan Moral Kepada Anak
Bagi kaum muslim yang kehidupannya
berpedoman pada Kitab Suci Al Qur’an, sesungguhnya Kitab Suci Al Qur’an telah
mengisyaratkan bahwa memberikan pendidikan moral (aqidah dan akhlak) kepada anak semenjak
usia dini merupakan perkara sangat penting. Pendidik, baik guru maupun
orangtua hendaknya mengetahui betapa
besar tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan
moral anak-anaknya. “Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (QS. At-Tahrim: 6).
Hadits
yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan
akan dimintai pertanggungjawaban”.
Maha Suci dan Maha Besar Allah karena menjadikan masa
usia dini sebagai masa terbaik bagi proses pertumbuhan dan perkembangan seorang
manusia. Dokter spesialis anak Hartono Gunardi (dalam Kartika, 2014) mengatakan
“Hingga usia tiga tahun, pertumbuhan otak anak sudah mencapai 80% dari otak
dewasa”. Perkembangan intelektual anak usia 4 tahun telah mencapai 50%, pada
usia 8 tahun mencapai 80% dan pada saat mencapai usia 18 tahun perkembangannya
telah mencapai 100% (Direktorat PAUD, 2004: 3). 50% kemampuan belajar
dikembangkan dalam empat tahun pertama kehidupan, 30% lagi sampai usia 8 tahun,
dan 20% sisanya pada usia 18 tahun (Tiga Raksa Satria, 2007: 3).
Apakah yang dimaksud pendidikan moral?
Menurut Ketetapan
dalam Kitab Suci Islam Al Qur’an:
|
“Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya
mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar" (QS.
Lukman : 13)
Menurut ajaran agama islam, ada 3 (tiga) hal penting yang harus
diberikan pada anak usia dini :
1. Pendidikan Akidah. Islam
memposisikan akidah sebagai hal yang sangat mendasar, yakni sebagai rukun Islam
dan rukun iman yang penting untuk diajarkan semenjak dini. Kita kenal pepatah
“belajar di masa muda bagai mengukir di atas batu, belajar di masa tua bagai
mengukir di air”, maknanya menanamkan keyakinan semenjak usia dini terasa
sulit di awalnya namun begitu kuat dan mengakar hasilnya.
2. Pendidikan Ibadah. Islam telah
mengatur sebaik mungkin tata peribatan agar tidak menyalahi koridor fitrah
manusia, dan penerapannya harus diupayakan sedini mungkin. Hal itu dilakukan
agar kelak anak-anak tumbuh menjadi insan yang benar-benar takwa, yakni taat
melaksanakan segala perintah Allah dan Rasulnya dan taat pula menjauhi
larangannya;
3. Pendidikan Akhlak. Untuk
mencapai kesempurnaan Islam yang sejati, akhlak merupakan pondasi utama yang
harus direalisasikan. Untuk merealisasikan hal itu ayat Al-Quran dan Hadis
Nabi telah banyak memberikan panduan.
|
Sabda Rasulullah dalam HR Al Hakim:
“Kewajiban
orang tua terhadap anak ialah memberi nama yang baik dan akhlak yang baik,
mengajarkan baca tulis, berenang, memanah, memberi nafkah yang halal dan
menikahkannya setelah dewasa.”
K.H. Ahmad Dahlan
|
Nilai-nilai pendidikan moral
adalah:
1. Nilai pendidikan moral kepada
Tuhan: pelajaran tentang keutamaan
doa, pelajaran tentang kematian, selalu bersyukur, menghindari hawa nafsu,
dll;
|
menolong, saling menghargai, menghindari sifat JUBRIYA (ujub, kikir, riya), terbuka
terhadap kritikan, para pemimpin rakyat harus berani berkorban dengan harta
benda dan jiwanya dalam kebenaran toleransi, saling memahami, mendahulukan
kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, berhati dan berpikiran suci serta
berjiwa adil. (Dedik Fatkul Anwar, 2010:79.)
Mari Memberi Pendidikan Moral Kepada Anak Semenjak Usia Dini.
Ayo Berbagi Walau Satu Ayat
Langganan:
Postingan (Atom)




