Jumat, 18 Maret 2016

Kisah-kisah Inspiratif tentang, Ana Madiinatul 'Ilmu Wa Aliyyun Baabuha

Suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab ra sedang duduk dengan para sahabat diantaranya ada Imam Ali bin Abi Thalib.

Tiba tiba seorang laki-laki yang tak dikenal datang kepada beliau, parasnya enak dipandang, bersih dan berwibawa. Sambil duduk ia tak henti-hentinya bertasbih dan berdoa.

Melihat tindak tanduk orang tadi Khalifah Umar menjadi penasaran untuk menyapanya, : “Apa kabarmu di pagi hari ini?”.

Orang itupun menjawab, : “Alhamdulillah pagi ini aku menyukai fitnah, membenci kebenaran (hak), shalat tanpa wudhu' dan saya memiliki di dunia apa yang tidak dimiliki Allah di langit”

Wajah khalifah Umar berobah mendengar uraian tamu tadi. Beliau marah bukan kepalang, lalu bangun dari tempat duduknya dan segera memegangnya dengan keras. Imam Ali yang berada di majlis itu tersenyum melihat kelakuan khalifah Umar ra. Beliau pun berkata kepadanya, :

“Ya Amirul Muminin sabar dulu, apa yang telah dikatakan orang ini sesungguhnya benar”.

Medengar uraian Imam Ali beliau pun merasa tidak enak karena telah meperlakukan tamu tadi secara kasar. Lalu beliau memandang wajah Imam Ali seraya berkata dengan suara yang agak lunak, :
“Dapatkan kau terangkan kepadaku kebenarnya?”

Imam Ali ra bangun dari tempat dukuknya, lalu berkata, :

“Pertama, ia menyukai fitnah berarti ia menyukai harta benda dan anak, bukankah Allah berfirman dalam ayat Nya surat al Anfal ayat 28 “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak anakmu itu hanyalah fitnah?”.

Kedua, ia membenci kebenaran atau hak. artinya ia membeci kematian. Allah berfirman dalam surat qaf 19 “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar benarnya (hak). Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”.

Ketiga, ia Shalat tanpa wudhu, yaitu Shalat kepada Rasulallah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam, Orang yang bershalawat kepada Rasulallah tidak wajib harus berwudhu.

Adapun yang keempat, ia memiliki di dunia apa yang tidak dimiliki Allah di langit. Maksudnya ia memiliki di dunia anak dan istri yang tidak dimiliki Allah karena Allah adalah Maha Esa, tidak beristri, tidak beranak, dan tidak diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Khalifah Umar ra menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar uraian Imam Ali KW. Lalu berkata, :
“Seburuk buruknya majlis adalah majlis yang tidak ada abu Al-Hasan (Imam Ali KW.)

Dari dua kisah di atas jelas sekali kita bisa mengambi suatu bukti bahwa Imam Ali KW. memiliki gudang ilmu yang tidak dimiliki para sahabat lainya.

“Aku kota ilmu dan Ali pintunya”. Itulah sabda Rasulallah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang dicetuskan beliau kepada para sahabat. Alasanya, ketika beliau menerima wahyu, Sayyidina Ali KW. adalah lelaki pertama yang mempercayai wahyu tesebut setelah istri beliau, Khadijah ra.

Pada waktu itu Ali KW. masih berusia sekitar 10 tahun. Pada usia remaja setelah wahyu turun, Imam Ali KW. banyak belajar langsung dari Rasulallah Shallallahu 'Alaihi Wasallam karena sebagai misanan dan sekali gus merangkap sebagai anak asuh, beliau selalu mendapat kesempatan dekat dengan Rasulallah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hal ini berlanjut sampai belau menjadi menantu Rasulallah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Jadi banyak pelajaran pelajaran tertentu  yang diajarkan Rasulallah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada beliau yang tidak diajari kepada sahabat sahabat yang lain.

     ☀ Didikan langsung dari Rasulallah Shallallahu 'Alaihi Sallam kepada imam Ali KW. dalam semua ilmu agama baik secara zhahir (syariah) atau secara bathin (tasawuf), banyak menggembleng beliau menjadi seorang pemuda yang sangat cerdas, berani dan bijak. Salah satu dari kecerdasan, keberanian dan kebijaksanaan beliau kita bisa lihat dari kisah kisah di atas tadi.

Wallahu a'lam bish-shawab

Jumat, 29 Januari 2016

Kisah-kisah Inspiratif tentang, Ana Madiinatul 'Ilmu Wa Aliyyun Baabuha

Mari kita bersama sama membuka dua bingkisan kado yang datang dari dua sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib KW. dan Umar bin Khattab RA., mari kita menyimak dua kisah mereka yang cukup menarik,

Teriakan seorang wanita muda terdengar dari jauh. Tanganya dipegang secara kasar oleh suaminya. Hidungnya berdarah dan mukanya babak belur karena dipukuli. Ia didorong maju secara kuat kehadapan khalifah Umar bin Khattab ra. Ia tersangka telah berbuat zina.

Suaminya marah bukan kepalang. Sambil dilempar dihadapan khalifah Umar, laki laki itu berkata, :
“Ya Amirul Muminin, perempuan ini telah berzina”.

Khalifah Umar pun bertanya, :
“Apa sebenarnya yang telah terjadi terhadap istrimu ini?”.

Dengan sewot ia menjawab, :
“Ya Amirul Muminin, rajamlah wanita ini. Sesungguhnya ia telah berzina. Aku baru saja kawin 6 bulan, masa sekarang sudah punya anak?”.

Setelah perkara itu diselidiki secara seksama, teliti dan semua persyaratan hukum telah dipenuhi, beliau pun dengan tegas memutuskan bahwa hukum rajam bagi wanita tadi harus segera dilaksanakan.

Pada saat itu kebetulan Imam Ali bin Abi Thalib Kw. sedang duduk di samping Khalifah Umar ra. Beliau melihat semua yang terjadi terhadap diri wanita itu. beliau pun telah mendengar keputusan yang telah diputuskan khalifah Umar untuk merajamnya.

Adapun menurut beliau wanita itu tidak sewajarnya untuk dirajam karena ia tidak bersalah.
Maka dengan penuh keberanian, Sayyidina Ali Kw. berkata kepada Khalifah Umar ra, :
“Tunggu dulu ya Amirul Mu’minin, jangan terburu buru memutuskan suatu hukum sebelum mempunyai dalil yang kuat. Sesungguhnya wanita itu tidak bersalah dan tidak berzina”.

Mendengar ungkapan Imam Ali bin Abi Thalib Kw., beliau merasa bersalah terburu buru memutuskan hukuman tanpa bermusyawarat terlebih dahulu kepada para sahabat. Lalu beliau berkata, :
“Ya Aba al-Hasan, bagaimana kamu tahu hukumnya bahwa wanita itu tidak berzina?”.

Dengan lantang Imam Ali pun menjelaskan, :
“Bukankah Allah berfirman dalam surat Al-Ahqaf ayat 15 yang berbunyi, :
“Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan”, sedangkan di surat lainya yaitu surat Luqman ayat 14 Allah berfirman: “Dan menyapihnya dalam dua tahun”.

Umar bin Khattab ra pun membenarkan penjelasan Imam Ali. Kemudian beliau melanjutkan penjelasanya, :
“Jika masa kandungan dan penyapihan 30 bulan dikurangi masa penyapihan 24 bulan, maka wanita bisa melahirkan anak dalam waktu 6 bulan”.

Mendengar uraian Imam Ali tadi, khalifah Umar menganggukan kepalanya tanda salut atas keputusan beliau. Lalu berkata, :
“Tanpa Ali, Umar bisa binasa”

wallahu a'lam bish-shawab

Jumat, 04 Desember 2015



✳Bismillah... Ciumlah Tangan Ibumu,
Karena tangan itulah yang selalu menengadah pada Rabbnya memintakan kebaikan untukmu

✳Bismillah, Ciumlah keningnya,
Karena keningnyalah yang paling dekat dengan Rabb nya ketika bersujud mengeluh akan masa depanmu dikemudian hari, yang seiring dengan waktu mulai mengkerut

✳Jangan sampai air matanya menetes karena sakit hati olehmu,
Sedangkan air mata itulah yang selalu mengadu pada Rabbnya untuk segala kesuksesanmu.

✳Begitupun Ayah, Mungkin ia jarang diperlakukan seperti ibu
Ia lebih suka melihatmu bersikap lembut terhadap ibu, Ia akan tenang, karena suatu hari akan ada yang menjaga ibumu kelak saat ia sudah tiada

✳Jangan terlalu sibuk dengan aktifitasmu
Sehingga melupakan orang tua, Ingatlah, semakin hari mereka semakin menua Dan waktumu semakin sedikit Untuk berbakti pada mereka tentunya

✳Sebelum pergi beraktifitas, Kemanapun
Ciumlah tangan mereka

Semoga keberkahan Allah senantiasa tercurah padamu

Jumat, 13 November 2015

Doa Setelah Membaca Al Qur'an



Semoga Allah  Subhanahu Wa Ta'ala memeberi kita kekuatan dan kemudahan untuk istiqomah membaca Al Qur'an serta mentadabburkannya. Aamiin.





Jumat, 09 Oktober 2015

Bingkai Akhlaq yang Mulia

Rasulullah SAW bersabda :

ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ

"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?"

Para sahabat berkata, "Mau, wahai Rasulallah!"

Beliau menjawab, :
"( yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl." (H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

     ❇1. Hayyin

Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin. Tidak labil dan gampang marah, penuh pertimbangan. Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya...

     ❇2. Layyin

Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri . Tidak suka memarahi orang yang berbeda pendapat dengannya. Tidak suka melakukan pemaksaan pendapat. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia

     ❇3. Qarib

Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu.

     ❇4. Sahl

Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan.
Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan tidak membuat orang lain lari serta menghindar.

Inilah bingkai akhlaq yang mulia...

     ☀Semoga bermanfaat... Selamat beraktifitas semoga setiap langkahnya adalah ibadah semata mata karena Allah

Jumat, 18 September 2015

"Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan"

Ada banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan. Dalam bulan ini ada beberapa peristiwa penting yang memberikan efek besar terhadap kehidupan umat manusia, khususnya umat Islam di muka bumi

1. "Bulan Diturunkannya Al-Qur'an"

Allah Subhabahu Wa Ta'ala berfirman, :

"Bulan Ramadhan adalah, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai Petunjuk bagi manusia dan Penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan Pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..."
[QS. Al-Baqarah (2) : 185 ]

Dalam tafsir Mafatihul Ghaib, berkenaan dengan ayat diatas, Ar Razi berkata, :
"Allah telah mengistimewakan bulan Ramadhan dengan jalan menurunkan Al-Qur'an"

Oleh karena itu, Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengkhususkannya dengan satu ibadah yang sangat besar nilainya, yakni Puasa (Shaum). Shaum adalah satu senjata yang mengungkapkan tabir-tabir yang menghalangi kita manusia memandang nur Illahi yang Maha Kudus.

Al-Qur'an adalah suatu kitab yang tiada bandingnya, pemisah yang hak dan bathil, berlaku sepanjang masa dan menjadi pengikat seluruh umat Islam di seluruh dunia


2. Bulan diturunkannya Kitab-kitab Suci lainnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala menurunkan Kitab-kitab-Nya yang lain kepada para Rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits, :

"Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadhan dan Injil diturunkan pada 13 Ramadhan, sedangkan Al-Qur'an pada 24 Ramadhan"
[HR. Ahmad]


3. Bulan pilihan Allah bagi terjadinya perang Badar

Perang Badar adalah perang pertama yang dilakukan kaum Muslimin. Perang ini menjadi penentu kelangsungan perjuangan dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersama para sahabatnya.

Perang Badar dinamakan Allah dengan sebutan "Yaumul Furqon" (hari pembeda antara yang hak dan bathil). Sejarah mencatat dalam perang ini, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memenangkan kaum Muslimin yang hanya mempunyai Personil dan Persenjataan minim, ditambah kondisi fisik kaum Muslimin yang secara lahiriah lebih lemah karena sedang berpuasa, setelah menerima perintah yang baru beberapa saat diterimanya

     ☀ Namun hal itu, bukanlah hambatan untuk menang, karena kekuatan utama kaum Muslimin adalah kekuatan Ruhiyyah, dengan keyakinan akan Kebenaran Janji Allah Subhanahu Wa Ta'ala


"Allaahumma innaka 'afuwwun kariim(un) tuhibbul 'afwa fa'fu 'annaa"
     ☀ "Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan mencintai orang yang meminta ampun, maka ampunilah aku"

4. Bulan yang dipilih bagi terbukanya kota Mekkah (Fathul Makkah)

Peristiwa Fathul Makkah adalah sebuah peristiwa dimana akhirnya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan para sahabat berhasil menguasai kota Mekkah dan menghancurkan berhala-berhala disekitarnya, sehingga Ka'bah kembali Suci.

Peristiwa Fathul Makkah terjadi pada tahun 630 tepatnya tanggal 10 Ramadhan 8 H. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah dan kemudian secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan di sekitar Ka'bah.

Kemenangan ini hakikatnya adalah kemenangan Aqidah, kalimah Tauhid dan bukan kemenangan individual atau balas dendam.


5. Bulan yang dipilih Allah untuk Lailatul Qadar

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an, :

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Kemuliaan. Dan tahukah kamu apa malam Kemuliaan itu? Malam Kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan ijin Tuhan-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar"
[QS. Al-Qadar (97): 1-5]


6. Bulan yang dipilih untuk Pelaksanaan Puasa dan Pemindahan Kiblat

 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa"
[QS. Al-Baqarah (2) : 183]

Bersamaan dengan turunnya ayat perintah berpuasa di bulan Ramadhan, pemindahan kiblat umat islam dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram, inipun menjadi pembeda antara yang haq dan yang bathil, dimana pada saat sebelumnya orang Yahudi merasa lebih benar karena puasa mereka dan kiblat mereka diikuti kaum Muslimin. Namun dengan perintah itu, maka berbedalah kaum Muslimin dengan kaum Yahudi.


7. Islam masuk Yaman

Nabi Muhammad mengutus Ali bin Abi Thalib dengan membawa surat beliau untuk pendufuk Yaman, Khususnya untuk suku Hamdan.

Dalam periode satu hari, semua mereka memeluk agama Islam secara aman. Peristiwa bersejarah itu terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-10 Hijriah.


8. Penyerahan Kota Thaif

Kota Thaif pernah mencatat sejarah ketika penduduknya mengusir Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat berdakwah disana.

Setelah beliau dan umat Islam berhasil membebaskan Mekkah, kaum Bani Thaqif bersikeras tidak mau tunduk kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Nabi Muhammad dan tentara Islam maju ke Thaif dan mengepungnya dalam waktu lama. Akhirnya kaum Bani Thakif datang ke Mekkah di bulan Ramadhan tahun ke-9 H, dengan menyerahkan kota Thaif sebagai tanda menyerah.

     ✍🏻Sumber : Majalah Mustahiq, edisi 50, Juni 2015 / Sya'ban 1436 H

Jumat, 07 Agustus 2015

Malaikat Maut Kunjungi Manusia Setiap 21 Menit Sekali

     Tahukah anda bahwa kematian selalu mengintai kita. Tidak ada yang bisa lari ketika malaikat Izrail sang pencabut nyawa datang menjemput.

     Ternyata malaikat maut tidak hanya datang saat nyawa manusia akan dicabut, namun mencapai hingga  70 kali dalam sehari. Itu artinya Izrail menziarahi manusia setiap 21 menit sekali.

     Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan  kepada Abdullah Ibnu Abbas Radhiallahu anhu.

     ❇ Dalam sabdanya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa Izrail datang dan memperhatikan wajah-wajah manusia yang sedang tertawa-tawa.

     Maka berkatalah Izrail: ”Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bersenang-senang bergelak tawa”.

     ❇ Manusia secar fitrah memang tidak bisa melihat malaikat yang gaib ini, kecuali orang-orang shalih yang senantiasa ingat akan kematian.

     ❇ Golongan ini tidak lalai dan selalu sadar terhadap kehadiran malaikat maut, karena  mereka selalu memperhatikan hadist-hadist Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menjelaskan mengenai perkara-perkara yang ghaib, terutama perihal kematian dan hubungannya dengan malaikat maut.

     Malaikat Izrail diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan wajah empat satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya.

     ❇ Malaikat Izrail diberikan kemampuan luar biasa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sehingga dari ufuk barat hingga ufuk timur bisa dijangkaunya dengan mudah.

     ❇ Izrail memiliki 4.000 sayap dan 70.000 kaki, salah satu kakinya di langit ketujuh dan satu lagi di jembatan yang memisahkan Surga dan Neraka.

     ❇ Di dalam suatu riwayat di ceritakan bagaimana cara kerja Izrail mengetahui kapan manusia sudah tiba ajalnya :

     "Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yakni di Sidratul muntaha, dimana daunnya itu sama banyaknya dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya hanya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan.

     ❇ Daun tersebut kemudian jatuh kepada Izrail, dengan begitu Malaikat Izrail mengetahui bahwa tugasnya mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut.

     ❇ Para malaikat menyebutnya sebagai mayat di langit, meskipun hidup manusia tersebut masih 40 hari lagi. Setelah itu, akan jatuh dua titisan dari bawah Arsy pada daun menuliskan mayit langit ini, satu titisan berupa warna hijau dan satu lagi berupa warna putih.

     ❇ Jika titisan yang berwarna hijau,maka alamatnya celakalah dia dalam menempuh ajal, dan kalau titisan putih jatuh pada daun orang yang nama ditulis pada daun itu, maka pertanda, berbahagialah orang itu saat ajal datang menjemputnya.

     ❇ Untuk mengetahui tempat mati, maka Allah menjadikan Malaikat Arham. Apabila Allah mencipta sesuatu kelahiran, Dia perintahkan Malaikat Arham tersebut masuk ke dalam sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati, lalu keluarlah seorang hamba itu menuju ke mana saja di pelosok bumi ini.

     ❇ Kemudian pada saat kematian tiba, iapun akan kembali pada tempat pengembalian dari pada debu di mana di situlah ia akan menemui ajalnya."

     Sebagaima firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

     ❇"Katakanlah, sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu, akan keluar juga ke tempat mereka terbunuh...”[QS. Ali Imran (3) : 154]

     ❇ Subhanallah...begitu tertib tata cara kerja Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mungkin tidak akan bisa diterima oleh nalar manusia.

     ❇ Semoga kita termasuk golongan orang yg selalu mengingat kematian dan ketika malaikat maut menjenguk kita untuk terakhir kalinya, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah(baik di penghabisan).

     ❇Wallahu A'lam Bish-shawab

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang shaleh dan diampuni. Aamiin.

Jumat, 24 Juli 2015

Selalu Bersyukur Kepada Allah Subhana Wa Ta'alla

Allah menciptakan kematian dan kehidupan dalam rangka menguji manusia siapakah di antara mereka yang terbaik amalnya.

     Ia memberikan cobaan kepada hamba-Nya dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, juga kepergian orang-orang yang dicintai. 

Maka kepada orang-orang yang bersabar, mereka mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat Allah.

     Dan sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjukNya.


Jumat, 05 Juni 2015

Dzikir Paling Afdhal


DZIKIR PALING AFDHAL DALAM HADITS RASULULLAH MUHAMMAD SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM

     Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dalam urusan dzikir, beliau telah menyampaikan dzikir-dzikir terbaik yang sangat jelas muatan tauhidnya.
Bahkan dalam beberapa riwayat hadits, beliau sendiri yang menyatakan dzikir-dzikir tertentu merupakan dzikir paling utama dan afdhal.

     Di antaranya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَفْضَلُ الدُّ عَاءِ الْحَمْدُ للهِ

Sebaik-baik dzikir adalah (membaca) Laa ilaaha illallaah. Dan sebaik-baik do'a yaitu Alhamdulillah
[HR. al-Bukhari no.99]

     Inilah dzikir terbaik yang diucapkan seorang Muslim. Ini juga yang beliau minta kepada pamannya, Abu Thâlib untuk mengatakannya dalam sakit yang membawanya kepada kematian.

     Terdiri dari kalimat yang ringan, namun maknanya sangat agung dan kedudukannya sangat tinggi.


Jumat, 22 Mei 2015

Doa untuk Anak yang akan Ujian



بِسْــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم 

    "Allahumma akhrijni min zhulumatil wahmi, wa akrimni bi nuril fahmi. Allahummaftah 'alayna abwaba rahmatika, wansyur alayna khazaina ulumika birahmatika ya arhamar rahimin."

     “Yaa Allah Keluarkan aku dari gelapnya kebingungan dan muliakan aku dengan cahaya pemahaman. Yaa Allah, bukakan kepada kami pintu-pintu rahmat-Mu, dan curahkan kami khazanah-khazanah ilmu-Mu dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi."  Aamiin.

    Yaa Allah kami bermohon keluarkanlah putra/i kami dari gelapnya kebingungan dan muliakan ia dengan cahaya pemahaman.

  Rabbana taqabbal minna innaka antas samiul'alim... watub alayna innaka antattawaburrahim. 

      Walhamdulillahi Rabbil 'Aalamin.

آمِّينَ  آمِّينَ آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين

     ✳  Aamiin aamiin aamiin yaa Robbal 'aalamiin ✳

     Yaa Fatah Yaa Alim 
     Yaa Rahman Yaa Rahim....

❇          ❇



Jumat, 01 Mei 2015

Dunia atau Akhirat?

Nasehat di waktu senggang INGIN DUNIA atau AKHIRAT...tinggal kemauan kita.

     1. Tidak semua orang yang ingin kaya itu pasti kaya. Kalaupun sukses jadi orang kaya, itu hanya sukses di dunia saja yang dinikmati sebentar.

     2. Barang siapa yang menghendaki dunia/kekayaan, maka ALLAH akan memberi sesuai yang dikehendaki-Nya

     3. Dunia itu mencarinya payah, sudah dapat pun masih payah, nikmatnya sebentar, mati pun masih harus dipertanggung jawabkan

     4. Rizqi itu lebih tau dimana alamat kita daripada kita sendiri. Kalau rizqi itu sudah menjadi bagian kita, dimanapun kita berada rizqi itu pasti datang

     5. Urusan dunia itu sesuatu yang tidak bisa kita banggakan ketika sukses dan tidak perlu disesali ketika gagal

     6. Dunia itu sangat kecil, gak pantas kalau sampai dijadikan alasan untuk bangga apalagi stress

     7. Nabi pernah menggambarkan, ada cempe kecil cacat dan sudah jadi bangkai kemudian ditawarkan pada sahabat seharga 1 dirham. Sahabat menjawab: hai Nabi, jangankan membeli 1 dirham, diberi cuma² saja kami tidak mau. Nabi: ketahuilah sesungguhnya dunia lebih hina daripada ini. Kalau tau dunia seperti itu, hanya orang² bodoh saja yang bangga karena harta banyak dan susah karena miskin

     8. Jadikan surga ambisimu dan satu²-nya cita²-mu, yang lainnya boleh asalkan tidak sampai menghilangkan surga.

     9. Nabi: semua umatku pasti masuk surga, kecuali yang tidak mau. Berarti semua yang mau itu bisa masuk surga, tapi kemauannya harus sungguh²

     10. Dunia itu kalau didapatkan alhamdulillah, kalaupun ternyata tidak didapat gak masalah, karena bukan itu tujuan utama kita. Tujuan utama kita adalah Perjumpaan dengan Allah

     11. Hal yang paling membuat seseorang bahagia adalah pandai bersyukur.

     "Semoga bermanfaat dan mohon maaf"


Jumat, 17 April 2015

Meraih Kenyamanan

Kenyamanan hidup  adalah sesuatu yang berusaha diraih setiap insan.

Bagaimana  tanda-tanda bahwa sesungguhnya seorang insan telah meraih kenyamanan?



Dapatkah berikut ini menjadi rujukan dalam meraih kenyamanan hidup?


Minggu, 11 Mei 2014

Ayo Berbagi Walau Satu Ayat

Mari Memberi Pendidikan Moral Kepada Anak


Bagi kaum muslim yang kehidupannya berpedoman pada Kitab Suci Al Qur’an, sesungguhnya Kitab Suci Al Qur’an telah mengisyaratkan bahwa memberikan pendidikan moral (aqidah dan akhlak) kepada anak semenjak usia dini merupakan perkara sangat penting. Pendidik, baik guru maupun orangtua  hendaknya mengetahui betapa besar tanggung-jawab mereka di hadapan Allah ‘azza wa jalla terhadap pendidikan moral anak-anaknya. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (QS. At-Tahrim: 6). 

Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Setiap di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban”. 

Maha Suci dan Maha Besar Allah karena menjadikan masa usia dini sebagai masa terbaik bagi proses pertumbuhan dan perkembangan seorang manusia. Dokter spesialis anak Hartono Gunardi (dalam Kartika, 2014) mengatakan “Hingga usia tiga tahun, pertumbuhan otak anak sudah mencapai 80% dari otak dewasa”. Perkembangan intelektual anak usia 4 tahun telah mencapai 50%, pada usia 8 tahun mencapai 80% dan pada saat mencapai usia 18 tahun perkembangannya telah mencapai 100% (Direktorat PAUD, 2004: 3). 50% kemampuan belajar dikembangkan dalam empat tahun pertama kehidupan, 30% lagi sampai usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada usia 18 tahun (Tiga Raksa Satria, 2007: 3).
  
Apakah yang dimaksud pendidikan moral?
Menurut Ketetapan dalam Kitab Suci Islam Al Qur’an:
 
“Hai anakku janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar" (QS. Lukman : 13)
 Menurut ajaran agama islam, ada 3 (tiga) hal penting yang harus diberikan pada     anak usia dini :
1. Pendidikan Akidah. Islam memposisikan akidah sebagai hal yang sangat mendasar, yakni sebagai rukun Islam dan rukun iman yang penting untuk diajarkan semenjak dini. Kita kenal pepatah “belajar di masa muda bagai mengukir di atas batu, belajar di masa tua bagai mengukir di air”, maknanya menanamkan keyakinan semenjak usia dini terasa sulit di awalnya namun begitu kuat dan mengakar hasilnya.
2. Pendidikan Ibadah. Islam telah mengatur sebaik mungkin tata peribatan agar tidak menyalahi koridor fitrah manusia, dan penerapannya harus diupayakan sedini mungkin. Hal itu dilakukan agar kelak anak-anak tumbuh menjadi insan yang benar-benar takwa, yakni taat melaksanakan segala perintah Allah dan Rasulnya dan taat pula menjauhi larangannya;
3. Pendidikan Akhlak. Untuk mencapai kesempurnaan Islam yang sejati, akhlak merupakan pondasi utama yang harus direalisasikan. Untuk merealisasikan hal itu ayat Al-Quran dan Hadis Nabi telah banyak memberikan panduan.
       (lihat pula: http://pematangseibaru.blogspot.com/2013/05/pentingnya-aqidah-akhlak-diberikan.html)

  Sabda Rasulullah dalam HR Al Hakim:
“Kewajiban orang tua terhadap anak ialah memberi nama yang baik dan akhlak yang baik, mengajarkan baca tulis, berenang, memanah, memberi nafkah yang halal dan menikahkannya setelah dewasa.”

K.H. Ahmad Dahlan
  

Nilai-nilai pendidikan moral adalah:

1. Nilai pendidikan moral kepada Tuhan:  pelajaran tentang keutamaan doa, pelajaran tentang kematian, selalu bersyukur, menghindari hawa nafsu, dll;
    2. Nilai pendidikan moral kepada sesama manusia: ikhlas dalam beramal, tolong   
        menolong, saling menghargai, menghindari sifat JUBRIYA (ujub, kikir, riya), terbuka 
        terhadap kritikan, para pemimpin rakyat harus berani berkorban dengan harta 
        benda dan jiwanya dalam kebenaran toleransi, saling memahami, mendahulukan 
        kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, berhati dan berpikiran suci serta   
        berjiwa adil. (Dedik Fatkul Anwar, 2010:79.)

Mari Memberi Pendidikan Moral Kepada Anak Semenjak Usia Dini.

Ayo Berbagi Walau Satu Ayat